Hayo, ini foto dimana? Yap, ini foto di angkot alias angkutan kota. Yup now angkot. Pada tau lah.
Meski keberadaan angkot hampir sudah tergeser oleh adanya go car bagi sebagian orang. Tapi bagi saya dan mungkin bagi sebagian masyarakat angkot masih sangat dibutuhkan. Nyatanya angkot yang saya naiki masih penuh kan ketika akan berangkat.
Saya paling senang naik angkot dibanding dengan naik go car. Kenapa?
1. Bagi saya yang memang keuangannya sedikit naik angkot jauh lebih hemat
Tidak tau kalo saya diberi rezeki yang banyak dikemudian hari. Hehe. Bukannya orang suka berubah ya kalo dah punya uang. Itu juga mungkin bagi sebagian orang tidak memukul rata ya😄.
2. Bagi saya naik angkot memberikan kesenangan tersendiri. Bagaimana tidak dengan naik angkot kita berdesak-desakan sesak tapi ada sebuah pendidikan sosial yang sudah jarang kita pelajari. Apa tuh? Bagi saya bersosial di dunia nyata lebih menyenangkan. Seperti di angkot ini kita bisa mengobrol dengan orang yang satu angkot. Bisa dengan orang disebelah atau di depan kita yang lututnya saja hampir menyentuh lutut kita. Kita bisa mengobrol begitu hangat dengan mereka padahal kita tak tau mereka siapa atau orang mana. Kadang kala ketika kita ngobrol orang disebabkan bisa menimpali sehingga obrolan kita bisa semakin hangatkan?. Obrolan boleh berupa becanda atau sekedar nanya pulangnya kemana. Dari situ kadang saya pernah lho ngobrol dengan sodara jauh saya yang jauh. Karena jarangnya kita bersilaturahmi sehingga tidak kenal. Itu kan hikmah yang baik diantaranya.
Tapi, sekarang ini saya suka sedih. Sering sekali saya mendengar keluhan para sopir akibat susahnya penumpang. Mungkin ini diakibatkan karena pergeseran masyarakat untuk lebih menggunakan go car atau gojek yang lebih cepat, dibandingkan dengan menggunakan angkot. Kasihan nasibmu angkot😰.
Ini menjadikan saya membenarkan sistem ekonomi kapitalis kita sudah semakin kuat. Karena perusahaan yang besar menjadi semakin kuat. Dan perusahaan yang kecil menjadi semakin lemah. Hah, seduh ya?.
Itu aja sih pengalaman berharga dan sedih selama menjadi penumpang angkot.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar