Minggu, 12 Mei 2019

Kebahagiaan sopir angkot

Hayo, ini foto dimana? Yap, ini foto di angkot alias angkutan kota. Yup now angkot.  Pada tau lah.
Meski keberadaan angkot hampir sudah tergeser oleh adanya go car bagi sebagian orang.  Tapi bagi saya dan mungkin bagi sebagian masyarakat angkot masih sangat dibutuhkan.  Nyatanya angkot yang saya naiki masih penuh kan ketika akan berangkat.
Saya paling senang naik angkot dibanding dengan naik go car. Kenapa?
1. Bagi saya yang memang keuangannya sedikit naik angkot jauh lebih hemat
  Tidak tau kalo saya diberi rezeki yang banyak dikemudian hari.  Hehe. Bukannya orang suka berubah ya kalo dah punya uang. Itu juga mungkin bagi sebagian orang  tidak memukul rata ya😄.
2. Bagi saya naik angkot memberikan kesenangan tersendiri. Bagaimana tidak dengan naik angkot kita berdesak-desakan sesak tapi ada sebuah pendidikan sosial yang sudah jarang kita pelajari.  Apa tuh?  Bagi saya bersosial di dunia nyata lebih menyenangkan.  Seperti di angkot ini kita bisa mengobrol dengan orang yang satu angkot.  Bisa dengan orang disebelah atau di depan kita yang lututnya saja hampir menyentuh lutut kita.  Kita bisa mengobrol begitu hangat dengan mereka padahal kita tak tau mereka siapa atau orang mana.  Kadang kala ketika kita ngobrol orang disebabkan bisa menimpali sehingga obrolan kita bisa semakin hangatkan?.  Obrolan boleh berupa becanda atau sekedar nanya pulangnya kemana.  Dari situ kadang saya pernah lho ngobrol dengan sodara jauh saya yang jauh.  Karena jarangnya kita bersilaturahmi sehingga tidak kenal.  Itu kan hikmah yang baik diantaranya.
Tapi, sekarang ini saya suka sedih.  Sering sekali saya mendengar keluhan para sopir akibat susahnya penumpang.  Mungkin ini diakibatkan karena pergeseran masyarakat untuk lebih menggunakan go car atau gojek yang lebih cepat, dibandingkan dengan menggunakan angkot.  Kasihan nasibmu angkot😰.
Ini menjadikan saya membenarkan sistem ekonomi kapitalis kita sudah semakin kuat.  Karena perusahaan yang besar menjadi semakin kuat.  Dan perusahaan yang kecil menjadi semakin lemah.  Hah, seduh ya?.
Itu aja sih pengalaman berharga dan sedih selama menjadi penumpang angkot.

Senin, 08 April 2019

Apreasi bagi penulis

Menulis bagi seorang penulis merupakan kegiatan yang menyenangkan.  Bukan hanya itu tulisan merupakan sebuah ide yang dituanhkan, diungkapkan oleh seorang penulis.  Ada berbagai jenis tulisan yang dapat ditulis seorang penulis.  Misal, seorang ya g suka cerita ia akan membuat tulisan tentang cerita.  Cerita pun dibagi menjadi berbagai cerita.  Salah satunya cerita otobiografi, dan banyak jenis cerita yang lainnya.
Selian jenis cerita tulisan juga ada yang berbentuk berita atau informasi.  Ada informasi tentang kesehatan, gaya hidup, ataupun informasi sekitar berita yang terjadi hari ini.
Lalu apa yang diharapkan dari seorang penulis untuk tulisannya?
Harapan bagi seorang penulis ketika ia menulis adalah "tulisannya ada yang baca."  Hanya itu harapannya.  Terkecuali mungkin bagi tulisan yang bernada pribadi seperti buku harian yang memang sangat rahasia.
Walaupun ada juga beberapa tulisan pribadi yang memang ada yang dipublikasikan.
Nah, itulah harapan seorang penulis.  Jika tulisannya ada yang baca itu merupakan apresiasi yang sangat membanggakan.



Minggu, 17 Maret 2019

Kuat tuman batan tumal

Tuman dalam bahasa Sunda berarti kebiasaan.  Baik kebiasaan yang baik atau kebiasaan yang buruk.  Tumal atau tumbal, dalam bahasa Sunda berarti pengganti, atau atau suatu pengalihan dari sesuatu kepada sesuatu yang lain.  Biasanya istilah ini berkaitan erat dengan hal-hal mistik.  Seperti pencegahan terhadap gangguan jin, maka dibikinlah istilah tumbal.  Maksudnya adalah supaya gangguan jin tidak sampai maka dihalangi atau diganti dengan tumal atau tumbal.  Itu biasanya dipraktekan oleh orang orang jaman dulu.  Entah lah sekarang ini. 
Tapi, sebenarnya yang disampaikan dalam tulisan kali ini bukanlah mengenai tumal atau hal-hal mistik yang diceritakan tadi.  Tulisan ini lebih kepada pribahasa Sunda " kuat tuman batan tumal."  Istilah tuman yang kini sedang buming di medsos rupanya searti dengan.  Namun kalo dipahami sepertinya kebiasaan yang kurang baik sehingga mendapat tamparan dari temannya sendiri.  Bukannya begitu yang ada meme nya ya?.  Sama pribahasa yang mengatakan "kuat tumal Batam tumal", memiliki makna kebiasaan yang kurang baik yang yang ketika sudah diobati atau dialihkan dengan tumal tetap saja susah untuk berubah.  Itulah pesan dari pribahasa tadi.
Pesan dari pribahasa tersebut mengingatkan kita betapa susahnya menghilangkan sebuah kebiasaan, apalagi kebiasaan yang jelek.  Kalau kebiasaan yang buruk kan ga ngerti kan ya?. 
Bagaimana kita agar bisa menghilangkan atau seenggaknya mengurangi kebiasaan kurang baik tersebut? Ini ada beberapa langkah yang harus dilakukan
1.  Berniat ingin berubah menjadi lebih baik. 
Ketika kita bertekad dalam hati kita akan sekuat tenaga untuk menggapainya.  Begitu juga niat.  Niat yang kuat akan membuat kita kuat.
2.  Hindari hal-hal yang mendekatkan kita pada kebiasaan kurang baik tadi.
Menghindari tidak lah mudah. Tentu. Tapi dengan sedikit demi sedikit mengalihkannya dengan yang lain.  Misalkan kebiasaan tidur di pagi hari, tapi cobalah untuk tidur di pagi harinya saat waktu libur saja.  Atau selang sehari, atau selang dua kali. 
3. Doa minta perlindungan dari hal kurang baik tadi
Seharusnya ini menjadi yang utama dan pertama.  Setiap kita adalah milikNya maka apapun mintalah kepada pemiliknya.
Nah itulah sedikit tips dari penulis semoga bermanfaat.  Sekali lagi tinggalkan hal-hal yang kurang baik apalagi sampai ngerugiin pada orang lain, kalau anda tak mau mendapat tamparan. 😁

Minggu, 20 Januari 2019

Karakter yang mewarnai banyak kita di era milenia

Jaman telah berubah.  Itulah kata sebagian orang.  Tapi menurut sebagian yang lain bukan jaman yang berubah tapi orang orang yang menjalaninya. 
Jaman yang katanya serba canggih, orang menamainya jaman milenia.  Dimana orang dapat berkenalan dengan seluruh penjuru dunia.  Alhasil silaturahmi pun lebih luas.  Tak ketinggalan juga dakwah.  Namun, setiap sesuatu biasanya ada pasangannya.  Mungkin yang pertama tadi adalah segi positif nya.  Tapi disamping segi positif selalu ada sisi negatif.  Karena orang di jaman ini begitu luas dalam perkenalan dengan orang dari belahan bumi manapun.  Mereka merasa dunia telah merdeka, telah bebas, tanpa ada lagi Kungkungan. 
Mereka bebas mengekspresikan dirinya sebagai contoh sedang sedih bikin status, sedang marah bikin satus, sedang bahagia juga dibikin status.  Ini namanya lebay, kenapa?karena sejak jaman dulu perasaan sedih, marah dan bahagia Telah ada.
Kalau sendirinya lagi tak berekspresi ia melihat status orang lain apa yang terjadi kemudian bertanya tanya" emang si eta kunaon sih status na galau wae?" Timbul deh keponya. 
Yang lebih mengerikan kepoin status orang dan merasa itu menuju padanya lah yang terjadi dia tersinggung bukankah itu baper namanya? Heh, sungguh jaman milenia ini terjadi pada jaman yang aku alami.
Apapun yang telah terjadi pada jaman ini tetap satu.  Akhirat lah tujuan kita.  Mungkin jika jaman ini telah berganti dengan jaman yang lain tetap kan hanya akan jadi sejarah? Sementara akhirat tetaplah ada.
Wallohualam

Senin, 14 Januari 2019

Setujukah anda dengan tes membaca Alquran bagi calon capres dan cawapres kita?

Membaca Al Qur'an mererupakann ibadah dalam agama Islam.  Menurut sebuah keterangan satu hurufnya mendapat sepuluh kebaikan.  Jangankan membacanya mendengarkan orang yang sedang membacanya pun mendapat pahala.  Itulah keterangan yang diberikan oleh kitab yang sedang kita bicarakan tadi.

Selain bernilai ibadah orang yang pandai membaca Al Quran pun di mata manusia menjadi nilai, bahwa orang tersebut memahami dan mempuni ilmu agamanya.  Walaupun mungkin hatinya siapa yang tau?  Alloh lah yang lebih mengetahui isi hati setiap makhluknya.
Berbicara tentang orang yang pandai membaca alquran.  Setujukah anda jika capres dan cawapres kita di tes baca Alquran?.  Pertanyaan tersebut tentunya ada yang pro ada pula yang kontra.  Mengingat bahwa negara kita ini terdiri dari beberapa agama.
Menurut hemat saya jika hanya membacanya saja orang akan mudah belajar.  Bukankah yang kita inginkan adalah politisi yang berjiwa qurani?.  Jadi apakah tes membaca Alquran bagi politisi yang akan mencalonkan jadi pemimpin itu efektif untuk sebuah penilaian?   Karena hati hanya milik sang pemilik hati.
He he wallo