Minggu, 20 Januari 2019

Karakter yang mewarnai banyak kita di era milenia

Jaman telah berubah.  Itulah kata sebagian orang.  Tapi menurut sebagian yang lain bukan jaman yang berubah tapi orang orang yang menjalaninya. 
Jaman yang katanya serba canggih, orang menamainya jaman milenia.  Dimana orang dapat berkenalan dengan seluruh penjuru dunia.  Alhasil silaturahmi pun lebih luas.  Tak ketinggalan juga dakwah.  Namun, setiap sesuatu biasanya ada pasangannya.  Mungkin yang pertama tadi adalah segi positif nya.  Tapi disamping segi positif selalu ada sisi negatif.  Karena orang di jaman ini begitu luas dalam perkenalan dengan orang dari belahan bumi manapun.  Mereka merasa dunia telah merdeka, telah bebas, tanpa ada lagi Kungkungan. 
Mereka bebas mengekspresikan dirinya sebagai contoh sedang sedih bikin status, sedang marah bikin satus, sedang bahagia juga dibikin status.  Ini namanya lebay, kenapa?karena sejak jaman dulu perasaan sedih, marah dan bahagia Telah ada.
Kalau sendirinya lagi tak berekspresi ia melihat status orang lain apa yang terjadi kemudian bertanya tanya" emang si eta kunaon sih status na galau wae?" Timbul deh keponya. 
Yang lebih mengerikan kepoin status orang dan merasa itu menuju padanya lah yang terjadi dia tersinggung bukankah itu baper namanya? Heh, sungguh jaman milenia ini terjadi pada jaman yang aku alami.
Apapun yang telah terjadi pada jaman ini tetap satu.  Akhirat lah tujuan kita.  Mungkin jika jaman ini telah berganti dengan jaman yang lain tetap kan hanya akan jadi sejarah? Sementara akhirat tetaplah ada.
Wallohualam

Senin, 14 Januari 2019

Setujukah anda dengan tes membaca Alquran bagi calon capres dan cawapres kita?

Membaca Al Qur'an mererupakann ibadah dalam agama Islam.  Menurut sebuah keterangan satu hurufnya mendapat sepuluh kebaikan.  Jangankan membacanya mendengarkan orang yang sedang membacanya pun mendapat pahala.  Itulah keterangan yang diberikan oleh kitab yang sedang kita bicarakan tadi.

Selain bernilai ibadah orang yang pandai membaca Al Quran pun di mata manusia menjadi nilai, bahwa orang tersebut memahami dan mempuni ilmu agamanya.  Walaupun mungkin hatinya siapa yang tau?  Alloh lah yang lebih mengetahui isi hati setiap makhluknya.
Berbicara tentang orang yang pandai membaca alquran.  Setujukah anda jika capres dan cawapres kita di tes baca Alquran?.  Pertanyaan tersebut tentunya ada yang pro ada pula yang kontra.  Mengingat bahwa negara kita ini terdiri dari beberapa agama.
Menurut hemat saya jika hanya membacanya saja orang akan mudah belajar.  Bukankah yang kita inginkan adalah politisi yang berjiwa qurani?.  Jadi apakah tes membaca Alquran bagi politisi yang akan mencalonkan jadi pemimpin itu efektif untuk sebuah penilaian?   Karena hati hanya milik sang pemilik hati.
He he wallo